Google
 

Kamis, 29 Mei 2008

Sisi lain seputar kenaikan BBM

Revrisond Baswir: Kenaikan BBM Cuma Alasan untuk Ciptakan LiberalisasiSektor MigasSelasa, 27 Mei 08 16:17 WIB
Kenaikan harga BBM sebenarnya merupakan satu bagian kecil dari upaya liberalisasi sektor migas di negeri ini. Nantinya, Pertamina, perusahaanmiyak yang selama ini menjadi pengelola tunggal itu akan bersaing denganlebih dari 40 perusahaan migas asing yang sudah mengantongi izin untukmembuka 20.000 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruhIndonesia, dengan harga standar internasional.Berikut ini perbincangan dengan Kepala Pusat Studi Ekonomi KerakyatanUniversitas Gadjah Mada Drs. Revrisond Baswir, M.B.A, yang ditemui dalam Seminar Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung DPR, Jakarta. Berikutpetikannya:

Kenaikan BBM ini kedepannya akan berdampak seperti apa?
Untuk mengetahui dampak kenaikan harga BBM, kita harus tahu persis latarbelakang dan motivasi. Kalau menurut pemerintah, latar belakangnya apakahuntuk mengoreksi yang tidak tepat sasaran, untuk menghemat konsumsi BBM,termasuk untuk menghindari penyelundupan dan sebagainya. Saya kira itualasan yang dicari-cari, bukan penjelasan namun justru mengaburkan darimotif sebenarnya. Alasan yang sebenarnya adalah sejak pemerintahmenandatanganani LOI 1998 di mana kita tunduk pada IMF untuk melepas hargaBBM ke harga internasional. Ini sebenarnya bukan soal kenaikan, tapi soalproses bertahap melepas harga BBM ke harga pasar sesuai garis IMF, dan itusudah difollow up oleh pemerintah yang sejak 1999 sudah membuat draft UUMigas yang baru, tapi pada waktu itu bentrok dengan Pertamina.Lalu pada tahun 2000, Amerika masuk lewat USAID menyediakan utang untukmemulai proses liberalisasi sektor migas itu. Salah satu yang dikerjakanUSAID dalam rangka liberalisasi itu adalah menyiapkan draft UU yang baru,bekerjasama dengan IDB dan World Bank menyiapkan reformasi sektor energisecara keseluruhan. Dalam UU Migas jelas, pasal 28 ayat 2 UU migasmengatakan harga BBM dilepas ke mekanisme pasar, sudah jelas itu.Yang jadi masalah kemudian, segera setelah UU Migas keluar, pemerintahsegera membuka izin bagi perusahaan-perusahaan asing untuk masuk ke berbagaitahap dalam proses migas di tanah air, mulai dari hulu sampai ke hilir. Danbahkan mereka mengendalikan izin untuk perusahaan asing untuk membuka SPBU,sampai lebih dari 40 perusahaan yang sudah pegang izin untuk membuka SPBUitu. Masing-masing perusahaan diberi kesempatan membuka sekitar 20.000 SPBUdi seluruh Indonesia. Target mereka sebenarnya pada 2005 harga BBM sudahbisa dilepas ke pasar, hanya saja di tengah jalan UU migas dibawa keMahmakah Konstitusi (MK) oleh serikat pekerja pertamina, disidangkan di MK.Dan pasal 28 tentang pelepasan harga ke pasar itu dibatalkan MK, karenabertentangan dengan konstitusi. Itu sebenarnya yang menggganjal.Masalahnya mereka kan tidak mau menyerah, setelah dinyatakan UU itubertentangan dengan konstitusi, mereka jalan terus dengan istilah baru, dariistilah harga pasar menjadi "harga keekonomian", itu hanya untuk berkelitsaja. Karena harga pasar dilarang MK, maka ganti yang lain, tetapi maksudnyasama.Isu yang tepat dalam kasus ini adalah liberalisasi sektor migas danpelepasan harga BBM ke harga pasar. Jadi kalau kita lihat, setelah rencanaitu gagal tahun 2005, dan muncul istilah harga keekonomian. Maka kini targetpemerintah sesuai dengan apa yang diakatakan oleh Pak Budiono (MenkoPerekonomian, dulu), setelah naik pada 24 Mei kemarin, diperkirakan padaSeptember 2008 akan naik lagi secara bertahap, sampai ditargetkanselambat-lambatnya 2009 sudah sesuai dengan harga pasar minyak dunia. Samadengan patokan di New York, kalau dieceran mencapai Rp 12.000 per liter.Keuntungan apa yang akan diambil dari kebijakan melepas harga BBM ke pasar?Bukan itu isunya. Isunya hanya dengan melepas harga BBM ke pasar, hanyadengan cara itu SPBU-SPBU asing itu mau beroperasi di sini. Kalau hargabersubsidi bagaimana SPBU asing bisa beroperasi dan bersaing denganPertamina, ini masalahnya. Masalahnya soal menangkap peluang investasi. Adaperusahaan asing ingin membuka SPBU asing, berarti SPBU asing ini maumelakukan investasi, tetapi SPBU asing hanya bisa jualan BBM, kalau BBM-nyasesuai dengan harga pasar. Jadi masalah ini saja, soal pasar. Pengakhiranmonopoli Pertamina, pembukaan peluang bagi asing untuk berbisnis eceran BBM,dan seterusnya.

Seperti sekarang ini Petronas dan Shell sudah membuka SPBU-nya?
Makanya akibat kenaikan BBM tahun 2005, Shell buka, Petronas juga buka. Tapi apakah masuk akal kalau orang membuka SPBU itu hanya Jabotabek saja, gak mungkinkan, izin yang mereka peroleh, mereka boleh buka 20.000 SPBU diseluruh Indonesia, nah ada 40 perusahaan lebih yang punya izin. Bisadibayangkan, berapa banyak SPBU yang akan berdiri, dan bukan hanyaJabodetabek, tapi juga seluruh Indonesia.Pertamina sendirisudah memperkirakan hanya akan mampu menjual maksimal 50persen saja, 50 persennya akan diambil oleh SPBU-SPBU asing itu. Nah kalau2009 dilepas ke pasar, rencana terakhir pemerintah adalah bahwa sektorswasta bisa masuk ke bisnis eceran migas dilakukan secara penuh baru padatahun 2010. Jadi bukan masalah BBM naik, kemiskinan, BLT, bukan isu itu,tapi mereka menganggap ini hanya dampak saja. Lalu kemudian bagaimana dampakitu diperlunak. Tetap saja mereka akan jalan terus dengan agendanya,bagaimana membuat sektor migas hingga terpenuhi sesuai harga pasar.Saya kira isu lifting tidak relevan, karena ini isunya bukan naiknya berapapersen, bukan itu. Isunya adalah soal melepas harga itu, jadi pemerintahingin lepas tangan dari urusan harga BBM. Dia gak mau mengatur mau naik, maugak naik, dia mau lepaskan, jadi isu lifting menjadi tidak penting. Apalagikalau SPBU beroperasi di sini, gak penting lagi, sumber migasnya darimana,mau impor 100 persen, ya boleh. Itu dia, justru itu malah mengaburkanmasalah dari pokok masalah kita.

Masalah ini sekarang sudah mulai masuk ke ranah politik, ada wacanamengimpeach Presiden. Bagaimana ini?
Soal pemakzulan Presiden, kalau kita bicara UU migas, kemudian UUKelistrikan, kemudian UU APBN, yang terkait dengan subsidi dan lain-lain itukan atas persetujuan DPR, jadi proses liberalisasi ini juga berlangsung ataspersetujuan DPR. Kalau akan dimakzulkan bukan saja Presiden, tapi jugaDPR-nya juga dimakzulkan.Dan itu terbukti di MK, jadi yang melanggar konstitusi bukan hanyapemerintah, tapi juga DPR. Inilah yang menjadi problem sekarang, jadi secarapolitik masalah ini sangat kompleks, karena belum ada aturan, bagaimanaapabila pelanggaran konstitusi dilakukan Presiden dan DPR. Nah ini tidak adaUU-nya, saya sudah menanyakan hal ini kepada hakim agung, celakanyapelanggaran konstitusi ini tidak hanya sekali. UU Listrik batal demi hukum,karena melanggar konstitusi, UU Migas pasal mengenai harga pasar batalkarena melanggar konstitusi, UU Penanaman Modal pasal mengenai Hak GunaUsaha karena melanggar konstitusi, UU APBN tiga tahun berturut-turutmelanggar konstitusi, ini masalah kita.

Akar permasalah dari kebijakan melepas BBM ke harga pasar?
Masalahnya adalah apa yang disebut dengan Neokolonialisme danNeoliberalisme.

Kamis, 17 April 2008

Oleh-oleh dari Toko Sebelah

Styrofoam, Bersih tapi Tak Sehat
Apa sih bahayanya Styrofoam ? Sebenarnya bahan plastic ini banyak manfaatnya, tapi katanya berbahaya bagi kesehatan. Kalau begitu apa bahayanya, dan bagai mana cara menghidari atau mengurangi resiko yang ada.
Masih penasaran kok begitu dimusuhin sama orang-orang lingkungan. Apa benar berbahaya sekali.. Soalnya saya suka ngumpulin Styrofoam, dan saya potong kecil-kecil sebagai bahan campuran media tanam tanaman hias, seperti; Adenium dan Anggrek yang memerlukan porositas tinggi agar media tanam tidak menyimpan banyak air yang mengakibatkan pembusukan akar tanaman.
Saya coba cari di google, dan baru dapet satu tulisan berikut ini. Masih cari lagi biar bisa menarik kesimpulan yang benar, apa memang Styrofoam harus dihindari pemakaiannya (diharamkan) atau manfaatnya jauh lebih baik dari pada keburukannya jika kita pergunakan dengan benar.
Styrofoam kini banyak digunakan untuk wadah pengemas makanan seperti mi instan, burger, ayam goreng dan bakso. Namun tahukah Anda, bahwa styrofoam dapat memicu sel tumor dan kanker.
Styrofoam umumnya berwarna putih dan terlihat bersih. Bentuknya juga simpel dan ringan. Dengan segala kelebihannya itulah maka styrofoam selalu menjadi pilihan bagi para pedagang untuk membungkus makanan. "Kalau pakai styrofoam kelihatan lebih praktis dan bersih. Sekali pakai langsung buang. Coba pakai piring, kan repot mesti dicuci dulu," sebut Surya, pedagang mi ayam di bilangan Karya Jasa Medan.
Lain lagi dengan Hans, salah seorang pedagang ayam goreng di kawasan Jalan Pancing, Medan. "Bentuknya simpel dan kelihatan eksklusif. Apalagi harganya juga murah," sebut Hans.
Yah, praktis, nyaman, ringan dan ekonomis merupakan alasan mengapa orang tertarik menggunakan styrofoam. Di pasaran harga styrofoam hanya sekitar Rp 400 per buah. Jauh lebih murah dibanding daun pisang, yang umumnya dipakai oleh pedagang tradisional. Apalagi kelebihan utama styrofoam ini karena kemampuannya menahan panas. Tak heran kalau produk-produk sup dan minuman hangat di restoran cepat saji menggunakan wadah ini.
Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi industri pangan, aspek keamanan pangan bahan ini mulai dipertanyakan. Beberapa laporan penelitian dan riset ilmuwan pangan menunjukkan bahwa styrofoam memiliki potensi yang sangat membahayakan kesehatan manusia, karena dapat memicu sel tumor dan kanker.
Di balik kelebihan styrofoam menahan panas inilah masalah utamanya. Styrofoam ini sesungguhnya masih tergolong keluarga plastik. Menurut penelitian para ahli, bahan pembentuk styrofoam yang disebut juga gabus, bersifat racun dan bisa mencemari makanan serta minuman. Terutama makanan yang masih panas dan berlemak ketika dimasukkan ke dalam wadah putih ini tak lama kemudian akan meleleh.
Plastik pada bahan styrofoam tersusun dari polimer, yakni rantai panjang dari satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer (bahan-bahan pembentuk plastik). Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat berpindah ke dalam makanan dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urine maupun feses (kotoran). Penumpukan bahan-bahan kimia berbahaya dari plastik di dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker.
Semakin tinggi suhu makanan yang dimasukkan ke dalam plastik, semakin cepat terjadi perpindahan ini. Apalagi bila makanan berbentuk cair seperti bakso, mi ayam, sup, sayuran berkuah dan sebagainya.
Saat makanan panas ini dimasukkan ke dalam plastik, kita bisa lihat plastik menjadi lemas dan tipis. Inilah tanda terputusnya ikatan-ikatan monomer. Perpindahan monomer juga terjadi bila makanan atau minuman dalam wadah plastik terkena panas matahari secara langsung.
Mengandung Formalin

Mengutip pernyataan dosen teknologi pangan dari Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Lanita Msc Med, pada plastik pembungkus makanan dan styrofoam juga ditemukan zat pengawet mayat.
Berdasarkan penelitian, ujar Lanita, pembungkus berbahan dasar plastik rata-rata mengandung 5 ppm formalin. Satu ppm adalah setara dengan satu miligram per kilogram. Formalin pada plastik atau styrofoam ini, lanjutnya, merupakan senyawa-senyawa yang terkandung dalam bahan dasar plastik.
Namun, kata dia, zat racun tersebut baru akan luruh ke dalam makanan akibat kondisi panas, seperti saat terkena air atau minyak panas. Karenanya, menurut Lanita, makanan yang masih panas jangan langsung dimasukkan ke dalam plastik atau kotak styrofoam. Bersama formalin, luruh pula zat yang tak kalah racunnya yakni stiarin, yang biasa terkandung pada plastik.
Lanita juga memberi perhatian khusus untuk pembungkus makanan berbahan dasar styrofoam. Seperti plastik, styrofoam mengandung muatan zat racun, terutama stiarin. Oleh sebab itu, hidangan panas yang akan disajikan ke dalam kotak styrofoam sebaiknya didinginkan dahulu dan diberi alas daun, jangan plastik.
Dengan sifat-sifatnya seperti itu, sudah selayaknya kita lebih berhati-hati menggunakan styrofoam. Kalau hendak menggunakan styrofoam untuk menjaga makanan tetap hangat, sebaiknya makanan dimasukkan terlebih dahulu dalam wadah tahan panas dan dijaga tidak ada kontak langsung dengan styrofoam.
Sumber : Harian Global – 22 Mei 2007.http://www.harian-global.com/news.php?item.17602.7-----Original Message-----From: OMEGA-1980@yahoogroups.com [mailto:OMEGA-1980@yahoogroups.com]On Behalf Of indira iin

RENUNGAN:

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit; Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat; Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
(QS. Ibrahim (14): 24-26).

Rabu, 16 April 2008

Tipe Organisasi Manakah Kita?

Untuk mencoba menjawab pertanyaan itu, mari kita lihat teori karakter organisasi DNA-nya Booz Allen Hamilton yang secara kebetulan dapat diakses di website http://www.boozaallen.com/
Booz Allen Hamilton (BAH) melalui teori Deoxyribonucleic acid (DNA) yang dikembangkan mengambil metafora bahwa sebuah perusahaan adalah layaknya mahluk hidup. Bedanya kalau DNA manusia yang merupakan faktor penentu sifat-sifat genetika itu tidak bisa berubah, namun DNA nya perusahaan yang terdiri dari empat unsur yaitu: keputusan yang tepat (decision right); informasi (information); motivator (motivators); dan struktur (structure) dapat diubah. Masing-masing unsur saling pengaruh mempengaruhi.




Sumber: the Booz Allen Web site at www.boozallen.com

Tergantung pada bagaimana ke empat unsur tersebut diorganisasir, BAH mengemukakan ada Tujuh tipe organisasi. Empat tipe yang tidak sehat yaitu: organisasi pasif-agresif, fit-and-start, outgrown, dan overmanaged. Tiga tipe yang sehat yaitu: just-in-time, military precision, dan resilient.

Pasif-Agresif
Setiap orang setuju, tetapi tidak ada perubahan.
Organisasi yang hiruk pikuk, mudah bergejolak. Konsensus untuk perubahan mudah didapat, tetapi ketika memasuki tahap implementasi semua orang bilang “tidak mungkin”.

Fits-and-Start
1000 bunga merekah.
Organisasi mempunyai banyak orang yang pintar, termotivasi dan berbakat, tetapi arah yang mereka buat masing-masing saling berbeda, tidak selaras dengan organisasi. Tidak ada arahan dari top manajemen dan visi/nilai bersama yang menyatukan. Hasilnya tidak ada sinergi.

Outgrown
Organisasi terlalu besar. Ide-ide baru dan menantang tidak diakomodir. Perusahaan masih memakai metoda lama dan usang. Pengambilan keputusan cenderung top-down.

Overmanaged.
Manager lebih banyak waktunya tersita untuk mengawasi pekerjaan bawahan, tetapi miskin untuk memindai (scaning) peluang dan ancaman. Birokratis dan berorientasi pada hasil individual atau sektoral.

Just-in-time
Organisasi tipe ini mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah sesaat dibanding dengan cara mengatasi permasalahan secara terencana dan terstruktur. Hasilnya tidak optimal.

Military Precision
Terbang dengan formasi baku.
Organisasi tipe ini telah membakukan model manajemen pengendalian yang superketat, semuanya sudah termanualkan.

Resilient
Ini adalah tipe organisasi terbaik. Organisasi yang mampu beradaptasi pada perubahan pasar, tetapi tetap fokus pada aspek penyelarasan bisnis. Organisasi yang tercerahkan karena di dalamnya terdapat: keuntungan, bakat dan penghargaan atau rasa hormat.

Melalui pendekatan BAH tersebut paling tidak kita bisa meraba dimana posisi Perusahaan/Organisasi Anda

Senin, 14 April 2008

Peta Strategis


test

test