Google
 

Kamis, 17 April 2008

Oleh-oleh dari Toko Sebelah

Styrofoam, Bersih tapi Tak Sehat
Apa sih bahayanya Styrofoam ? Sebenarnya bahan plastic ini banyak manfaatnya, tapi katanya berbahaya bagi kesehatan. Kalau begitu apa bahayanya, dan bagai mana cara menghidari atau mengurangi resiko yang ada.
Masih penasaran kok begitu dimusuhin sama orang-orang lingkungan. Apa benar berbahaya sekali.. Soalnya saya suka ngumpulin Styrofoam, dan saya potong kecil-kecil sebagai bahan campuran media tanam tanaman hias, seperti; Adenium dan Anggrek yang memerlukan porositas tinggi agar media tanam tidak menyimpan banyak air yang mengakibatkan pembusukan akar tanaman.
Saya coba cari di google, dan baru dapet satu tulisan berikut ini. Masih cari lagi biar bisa menarik kesimpulan yang benar, apa memang Styrofoam harus dihindari pemakaiannya (diharamkan) atau manfaatnya jauh lebih baik dari pada keburukannya jika kita pergunakan dengan benar.
Styrofoam kini banyak digunakan untuk wadah pengemas makanan seperti mi instan, burger, ayam goreng dan bakso. Namun tahukah Anda, bahwa styrofoam dapat memicu sel tumor dan kanker.
Styrofoam umumnya berwarna putih dan terlihat bersih. Bentuknya juga simpel dan ringan. Dengan segala kelebihannya itulah maka styrofoam selalu menjadi pilihan bagi para pedagang untuk membungkus makanan. "Kalau pakai styrofoam kelihatan lebih praktis dan bersih. Sekali pakai langsung buang. Coba pakai piring, kan repot mesti dicuci dulu," sebut Surya, pedagang mi ayam di bilangan Karya Jasa Medan.
Lain lagi dengan Hans, salah seorang pedagang ayam goreng di kawasan Jalan Pancing, Medan. "Bentuknya simpel dan kelihatan eksklusif. Apalagi harganya juga murah," sebut Hans.
Yah, praktis, nyaman, ringan dan ekonomis merupakan alasan mengapa orang tertarik menggunakan styrofoam. Di pasaran harga styrofoam hanya sekitar Rp 400 per buah. Jauh lebih murah dibanding daun pisang, yang umumnya dipakai oleh pedagang tradisional. Apalagi kelebihan utama styrofoam ini karena kemampuannya menahan panas. Tak heran kalau produk-produk sup dan minuman hangat di restoran cepat saji menggunakan wadah ini.
Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi industri pangan, aspek keamanan pangan bahan ini mulai dipertanyakan. Beberapa laporan penelitian dan riset ilmuwan pangan menunjukkan bahwa styrofoam memiliki potensi yang sangat membahayakan kesehatan manusia, karena dapat memicu sel tumor dan kanker.
Di balik kelebihan styrofoam menahan panas inilah masalah utamanya. Styrofoam ini sesungguhnya masih tergolong keluarga plastik. Menurut penelitian para ahli, bahan pembentuk styrofoam yang disebut juga gabus, bersifat racun dan bisa mencemari makanan serta minuman. Terutama makanan yang masih panas dan berlemak ketika dimasukkan ke dalam wadah putih ini tak lama kemudian akan meleleh.
Plastik pada bahan styrofoam tersusun dari polimer, yakni rantai panjang dari satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer (bahan-bahan pembentuk plastik). Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat berpindah ke dalam makanan dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urine maupun feses (kotoran). Penumpukan bahan-bahan kimia berbahaya dari plastik di dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker.
Semakin tinggi suhu makanan yang dimasukkan ke dalam plastik, semakin cepat terjadi perpindahan ini. Apalagi bila makanan berbentuk cair seperti bakso, mi ayam, sup, sayuran berkuah dan sebagainya.
Saat makanan panas ini dimasukkan ke dalam plastik, kita bisa lihat plastik menjadi lemas dan tipis. Inilah tanda terputusnya ikatan-ikatan monomer. Perpindahan monomer juga terjadi bila makanan atau minuman dalam wadah plastik terkena panas matahari secara langsung.
Mengandung Formalin

Mengutip pernyataan dosen teknologi pangan dari Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Lanita Msc Med, pada plastik pembungkus makanan dan styrofoam juga ditemukan zat pengawet mayat.
Berdasarkan penelitian, ujar Lanita, pembungkus berbahan dasar plastik rata-rata mengandung 5 ppm formalin. Satu ppm adalah setara dengan satu miligram per kilogram. Formalin pada plastik atau styrofoam ini, lanjutnya, merupakan senyawa-senyawa yang terkandung dalam bahan dasar plastik.
Namun, kata dia, zat racun tersebut baru akan luruh ke dalam makanan akibat kondisi panas, seperti saat terkena air atau minyak panas. Karenanya, menurut Lanita, makanan yang masih panas jangan langsung dimasukkan ke dalam plastik atau kotak styrofoam. Bersama formalin, luruh pula zat yang tak kalah racunnya yakni stiarin, yang biasa terkandung pada plastik.
Lanita juga memberi perhatian khusus untuk pembungkus makanan berbahan dasar styrofoam. Seperti plastik, styrofoam mengandung muatan zat racun, terutama stiarin. Oleh sebab itu, hidangan panas yang akan disajikan ke dalam kotak styrofoam sebaiknya didinginkan dahulu dan diberi alas daun, jangan plastik.
Dengan sifat-sifatnya seperti itu, sudah selayaknya kita lebih berhati-hati menggunakan styrofoam. Kalau hendak menggunakan styrofoam untuk menjaga makanan tetap hangat, sebaiknya makanan dimasukkan terlebih dahulu dalam wadah tahan panas dan dijaga tidak ada kontak langsung dengan styrofoam.
Sumber : Harian Global – 22 Mei 2007.http://www.harian-global.com/news.php?item.17602.7-----Original Message-----From: OMEGA-1980@yahoogroups.com [mailto:OMEGA-1980@yahoogroups.com]On Behalf Of indira iin

RENUNGAN:

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit; Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat; Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
(QS. Ibrahim (14): 24-26).

Rabu, 16 April 2008

Tipe Organisasi Manakah Kita?

Untuk mencoba menjawab pertanyaan itu, mari kita lihat teori karakter organisasi DNA-nya Booz Allen Hamilton yang secara kebetulan dapat diakses di website http://www.boozaallen.com/
Booz Allen Hamilton (BAH) melalui teori Deoxyribonucleic acid (DNA) yang dikembangkan mengambil metafora bahwa sebuah perusahaan adalah layaknya mahluk hidup. Bedanya kalau DNA manusia yang merupakan faktor penentu sifat-sifat genetika itu tidak bisa berubah, namun DNA nya perusahaan yang terdiri dari empat unsur yaitu: keputusan yang tepat (decision right); informasi (information); motivator (motivators); dan struktur (structure) dapat diubah. Masing-masing unsur saling pengaruh mempengaruhi.




Sumber: the Booz Allen Web site at www.boozallen.com

Tergantung pada bagaimana ke empat unsur tersebut diorganisasir, BAH mengemukakan ada Tujuh tipe organisasi. Empat tipe yang tidak sehat yaitu: organisasi pasif-agresif, fit-and-start, outgrown, dan overmanaged. Tiga tipe yang sehat yaitu: just-in-time, military precision, dan resilient.

Pasif-Agresif
Setiap orang setuju, tetapi tidak ada perubahan.
Organisasi yang hiruk pikuk, mudah bergejolak. Konsensus untuk perubahan mudah didapat, tetapi ketika memasuki tahap implementasi semua orang bilang “tidak mungkin”.

Fits-and-Start
1000 bunga merekah.
Organisasi mempunyai banyak orang yang pintar, termotivasi dan berbakat, tetapi arah yang mereka buat masing-masing saling berbeda, tidak selaras dengan organisasi. Tidak ada arahan dari top manajemen dan visi/nilai bersama yang menyatukan. Hasilnya tidak ada sinergi.

Outgrown
Organisasi terlalu besar. Ide-ide baru dan menantang tidak diakomodir. Perusahaan masih memakai metoda lama dan usang. Pengambilan keputusan cenderung top-down.

Overmanaged.
Manager lebih banyak waktunya tersita untuk mengawasi pekerjaan bawahan, tetapi miskin untuk memindai (scaning) peluang dan ancaman. Birokratis dan berorientasi pada hasil individual atau sektoral.

Just-in-time
Organisasi tipe ini mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah sesaat dibanding dengan cara mengatasi permasalahan secara terencana dan terstruktur. Hasilnya tidak optimal.

Military Precision
Terbang dengan formasi baku.
Organisasi tipe ini telah membakukan model manajemen pengendalian yang superketat, semuanya sudah termanualkan.

Resilient
Ini adalah tipe organisasi terbaik. Organisasi yang mampu beradaptasi pada perubahan pasar, tetapi tetap fokus pada aspek penyelarasan bisnis. Organisasi yang tercerahkan karena di dalamnya terdapat: keuntungan, bakat dan penghargaan atau rasa hormat.

Melalui pendekatan BAH tersebut paling tidak kita bisa meraba dimana posisi Perusahaan/Organisasi Anda

Senin, 14 April 2008

Peta Strategis


test

test